Langsung ke konten utama

Kisah #CintaMulia Abrar & Nisa (Part 2-End)

Ternyata status yang di update Abrar dilihat oleh Nisa. Dengan gemetaran Nisa meng-update status juga untuk Abrar.
“Ku ‘kan senantiasa menjaga #CintaMulia ini hingga seseorang kekasih melabuhkan #CintaMulia nya di hati ku lewat jalan yang di ridhoi oleh-Nya.”
Mereka pun saling membalas status tanpa seorangpun yang mengetahui tujuan dari status itu kecuali mereka sendiri
Abrar: “Kalau jodoh takkan kemana kendatipun kita dipisahkan di kutub utara dan selatan tetap akan dipertemukan di tempat dan waktu yang indah”
Nisa: “Kumenunggumu dibatas waktu akhi. Merajut cinta, membangun keluarga yang sakinah, bergenerasikan buah hati yang sholeh(ah)”
Abrar tak membalas status Nisa lagi. Dia khawatir kalau dituruti terus menerus syeitan bisa ikut campur dalam #CintaMulia nya
Intinya, sebelum halal #CintaMulia ini harus dipendam, dijaga, dirapihkan di etalase hati yang mulia.
Keesokan harinya, Abrar tak sengaja berpapasan dengan Nisa pas pulang kuliah. Mereka tak menegur sapa, agak canggung kelihatan tapi perasaan itulah yang aneh sekaligus indah bagi mereka. Setelah mereka saling berlalu, timbul penyesalan dalam diri Abrar, “Coba tadi saya sapa Nisa. melihat kembali senyuman indahnya”
Abrar melanjutkan, “Astaghfirullah, betapa bejat niatku. Ingat brar zina itu banyak, tadi hampir saja terjadi zina mata”
“Dia lebih indah dalam tunduknya, lebih sopan dalam diamnya, dan lebih anggun dengan hijab yang pada dirinya. Ya Allah”
Abrar benar – benar dicoba oleh-Nya. Bayangan Nisa senantiasa berfatamorgana di depan matanya. Hanya istighfar yang senantiasa ia ucapkan.
Ternyata perasaan yang sama dirasakan pula oleh Nisa. Sifat Abrar yang kalem tapi berkharisma senatiasa memenuhi benaknya. Bahkan kejadian pulang kuliah yang disesalkan Abrar tadi disesalkan juga oleh Nisa. Rasanya ingin menyapa tapi tetiba aja mulut ini kaku dan diam begitu saja. Namun semua ada hikmahnya, terhindar dari zina mata dan zina mulut.
Hari demi hari dilalui mereka tanpa adanya komunikasi. Terkadang rasanya mereka ingin bersua. Terkadang ingin biasa – biasa saja. Tapi ada – ada aja perasaan aneh tapi indah diantara mereka. Akan tetapi, bagi mereka ruang rindulah tempat yang tepat untuk bersua.
Abrar: “Dalam diam kumerindukannya, dalam diam kumencintainya, dan semoga dalam diam kita mengharapkan jodoh yang sama”
Nisa, “Aku tak mengharapkan apa – apa dari Tuhanku, kecuali Ia kirimkn jodoh yang siap membimbingku, bersama mengarungi bahtera rmh tangga yang sakinah”
Ya, hanya status facebooklah yang dapat memberikan sedikit jalan penyampaian perasaan diantara mereka. Hingga akhirnya suatu hari, fitnah tentang Abrar tersebar. Nisa sangat kaget dan tak percaya.
Nisa: “Aku nggak percaya kamu berbuat seperti ini. Apa yang dikatakan mereka pasti hanya kebohongan belaka”
Abrar membaca status Nisa dan Ia begitu kaget. Tidak salah lagi, pasti status yang Nisa maksud adalah dirinya. Dengan penuh pertimbangan dan rasa deg – degan ia memberanikan diri utk meng-sms Nisa utk meminta klarifikasi. Hampir setengah tahun ia tak pernah smsan dengan Nisa dan kali ini ia lakukan demi hal penting, bukan hal yang lain. Dengan memohon maaf sebesar – besarnya pada Nisa. Ia pun mulai mengetikkan kata demi kata untuk dikirimnya ke nomor Nisa.
“Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Nis, sebelumnya saya minta maaf. Barusan saya lihat statusmu. Apakah seseorang yang kamu maksud distatusmu itu adalah saya? Kalau memang benar, mohon dijelaskan ya ukhti, ada apa sebenarnya? Memang akhir – akhir ini teman –teman kayak menghiraukan saya”
Nisa membalas, “Wa ‘alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh. Bener akh, teman – teman lagi ngomongin kamu, tapi saya nggak percaya kamu begitu. semua omong kosong dan fitnah”
Abrar membalas, “Innalillah…mohon beritahukan ukhti. Apa yang mereka bicarakan tentang saya supaya bisa saya klarifikasi semua”
Nisa membalas, “Kata mereka, akhi nyimpan video yang tak senonoh dilaptop akhi. Tapi tak sedikitpun saya percaya itu”
Abrar membls, “Astaghfirullah, demi Allah ukhti, itu fitnah kalaupun ada. pasti seseorang telah mensabotase saya. Astaghfirullah”
Abrar melanjutkan, “Demi Allah ukhti, saya tak pernah melakukannya. Kalau ga percaya silahkan diperiksa laptop saya”
Nisa membalas, “Naam, akhi. Saya tahu betul Akhi Abrar orangnya gimana. Dan tak mungkin melakukan perbuatan seperti itu”
Abrar membalas, “Syukron atas kepercayaannya dan klarifikasinya ukhti. semoga kita tetap dalam lindungan-Nya”
Nisa membalas, “Aamiin, sama – sama ya akhi”
Tak sadar, ternyata berkat kejadian itu perasaan #CintaMulia antara mereka semakin kuat dan komunikasi kembali terjalin.
Namun, semua hanya bisa dikomunikasikan kalau ada hal yang penting dan sangat menghindari yang namanya modus dan bermesraan. Abrar dan Nisa sudah komitment untuk menjaga #CintaMulia hingga nantinya dapat berlabelkan SAH.  Semua sudah kembali normal, semua sudah kembali seperti semua. Sama – sama menjaga #CintaMulia itu indah.
Bahkan mereka sudah merencanakan selepas kuliah nanti, #CintaMulia mereka akan disempurnakan dengan label SAH.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah ke London? Haruskah?

Kalau menurut Band The Changcuters hijrah berarti ke London? Menurut saya, TIDAK! Kenapa? Karena hijrah itu perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang baik, perubahan dari yang merugikan menuju kebermanfaatan, serta meninggalkan kekufuran menuju kemuliaan. Karena hijrah itu mengganti ketakutan menjadi kekuatan, mengganti kekhawatiran menjadi keamanan, karena hijrah mengubah segalanya menuju konteks ‘kebenaran’. Makna dari lirik lagu Hijrah ke London memang tidaklah salah, karena hijrah adalah perpindahan, bukan? Namun dalam konteks ini, saya lebih menekankan pada hijrah dalam arti sebenarnya. Sebuah ‘kata’ tentu memiliki pengertian dan makna yang beragam, namun pasti ada suatu pengertian dan makna secara umum tentang ‘kata’ tersebut. Tak terkecuali dengan ‘Hijrah’. Apa sih Hijrah? Kalau mau iseng nyari di Google dengan keyword ‘Definisi Hijrah’, kita akan disuguhkan dengan rentetan sumber yang berbeda-beda, yang kalau kita klik akan memuat seluruh penjelasan mengenai ‘H...

Keterasiangan yang Mulia

Kadang sepi menjadi teman setiap orang, terutama dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan dari sekeliling yang bersungut-sungut memamerkan suka cita. Seolah mereka orang paling bahagia di dunia. Mati-matian mengejar sesuatu yang bahkan tidak bisa dibawa mati, hanya demi sebuah kebahagiaan fana. Padahal, betapa berbahagianya kalian yang merasa terasingkan. Karena : “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208) Terasingkan adalah suatu keberuntungan. Karena Allah menjanjikan pada setiap yang tetap berbuat baik di saat manusia lain rusak, maka Surga-lah jaminannya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pe...

Orang-orang Hebatku

Halo manusia-manusia ajaib! Kenapa ajaib? Karena kalian begitu istimewa buatku. Ajaib karena dengan mudahnya membuatku jatuh hati pada kalian. Ajaib karena dengan mudahnya kalian membuatku tertawa meski hatiku tengah tak beres. Ajaib karena bersama kalian segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Kalian bukan sekedar teman se-kampus ataupun se-jurusan, entah apa namanya aku tak tahu, mungkin 'sahabat' tapi aku rasa kata itu saja tak cukup untuk menggambarkannya. Tapi yang jelas kebahagiaan kalian adalah salah satu yang penting untukku. Perbedaan di antara kita tidaklah sedikit, mulai dari karakter, sifat, perilaku, kesukaan, ketidaksukaan, hobi, dan sebagainya. Tapi dengan hal itu tidak mumbuat kita terpecah-belah, justru dengannya kita memaham arti sebuah perbedaan, bukan untuk disatukan, tapi berjalan berdampingan. Kesibukan diri masing-masing membuat kita jarang sekali berkumpul dengan lengkap. Seringnya aku rindu masa-masa kita bersama dengan lengkap. Seperti s...