Sebut saja nama saya Abrar, umur saya masih terbilang muda dan baru saja lulus SMA. Alhamdulillah tak terasa, sebentar lagi saya duduk dibangku kuliah. Dan begitu banyak kenangan terindah waktu SMA. Mulai dari kisah persahabatan yg begitu indah sampai kisah cinta yg jahiliyah (baca: pacaran). Tapi sudahlah, semua telah berlalu.
Saatnya ku membuka lembaran baru untuk kehidupanku dibangku kuliah ini. Fokus pada cita – cita dan bahagikan orang tua. Awal – awal perkuliahan aku begitu canggung dan kaku. Semua orang – orang disekelilingku baru bagiku
Hari demi hari. Perlahan – lahan ku mengakrabkan diri pada lingkungan kampus dan Alhamdulillah semua teman baru welcome padaku. Salah seorang dari teman baru saya, ada yang unik. Di begitu pendiam dan selalu menundukkan pandangan.
Cek per cek ternyata namanya Nisa. Anaknya begitu anggun dan membuat diriku terpesona. Nama itulah yang selalu terbayang – bayang dalam ingatanku. Sosoknya yang anggun selalu terlintas dalam pikiranku. Apakah ini?
Mungkinkah ini cinta? Kalau memang Cinta, lalu kuapakan perasaan cinta ini? Kutorehkankah ia? Ya salam aku begitu bingung.
Belajar dari pengalaman cinta kemarin yang ujung – ujungnya sakit hati maka kumemilih untuk menjaganya dalam hatiku. Kubegitu bahagia ketika memandangnya, begitu terenyuh saat melihat senyuman manisnya. Ya Allah jauhi aku dari segala siksamu.
Akhirnya setiap kumengingat dirinya maka kulebih fokuskan mengingat Tuhanku yang Maha Cinta dan Maha Indah.
Suatu hari, kuberanikan diri bertanya sama teman dekatnya tentang kehidupan Nisa, “Eh, Ri Nisa lagi dekat ama cowok ya?”
Riri menjawab, “Kalau iya kenapa kalau ga kenapa? Masalah buat lho” | “Ih, ga juga kali, nanya aja nape? yah udahlah”
“Iye brar, Nisa dekat ama cowok. Mereka selalu jalan ke danau” *kemudian hening*
Aku pun mengelus lembut dadaku sembari berkata dalam hati, “Ya Allah, kalau memang dia yang Engkau takdirkan untukku maka dekatkanlah. Namun, kalau memang bukan, maka buatlah diriku ikhlas dan sabar menunggu rencanamu yang lebih indah”
Akhirnya kumemutuskan untuk mengubur perasaan ini dalam – dalam. Tak ingin ada rasa kecewa sedikitpun terbesit dalam diriku. Aku tahu dan aku yakin Allah pasti memilihkan jodoh yang terbaik untukku kelak.
Hari demi hari. Abrar melalui hari – harinya seperti biasa tak ada lagi rasa bahagia yang berlebihan, semuanya normal.
Tetiba datang berita gembira bahwa sosok yang dekat dengan Nisa ternyata cuma sahabatnya, ga ada hubungan lebih. Dan kabarnya Nisa juga sekarang lagi diam – diam memendam perasaan dengan seorang ikhwan yang baru ia kenal
Tak disangka dan tak diduga ternyata ikhwan yang diam2 dicintai Nisa adalah Abrar. *Jreeeng*. Hal ini diketahui Abrar saat melihat dikolom berandanya status Nisa terpampang jelas untuknya. Subhanallah, ini sungguh takdir terindah dari Sang Maha Cinta. Abrar pun kaget dan kebingungan.
Baginya ini adalah ujian berat ketika cinta tak bertepuk sebelah tangan lagi. Mau diapakan ia? Abrar benar – benar bingung dan cemas. Diapun memberanikan diri untuk mengetikkan sebuah kalimat indah dan penuh pemaknaan di statusnya:
“Ukhti, jangan pernah menghianati #CintaMulia. Komitmenlah untuk menjaganya. Kalau kita berjodoh pasti akan dipertemukan oleh-Nya”
sumber : http://manjaddawajadaa.com
Komentar
Posting Komentar