Langsung ke konten utama

Kisah #CintaMulia Abrar & Nisa (part 1)

Sebut saja nama saya Abrar, umur saya masih terbilang muda dan baru saja lulus SMA. Alhamdulillah tak terasa, sebentar lagi saya duduk dibangku kuliah. Dan begitu banyak kenangan terindah waktu SMA. Mulai dari kisah persahabatan yg begitu indah sampai kisah cinta yg jahiliyah (baca: pacaran). Tapi sudahlah, semua telah berlalu.
Saatnya ku membuka lembaran baru untuk kehidupanku dibangku kuliah ini. Fokus pada cita – cita dan bahagikan orang tua. Awal – awal perkuliahan aku begitu canggung dan kaku. Semua orang – orang disekelilingku baru bagiku
Hari demi hari. Perlahan – lahan ku mengakrabkan diri pada lingkungan kampus dan Alhamdulillah semua teman baru welcome padaku. Salah seorang dari teman baru saya, ada yang unik. Di begitu pendiam dan selalu menundukkan pandangan.
Cek per cek ternyata namanya Nisa. Anaknya begitu anggun dan membuat diriku terpesona. Nama itulah yang selalu terbayang – bayang dalam ingatanku. Sosoknya yang anggun selalu terlintas dalam pikiranku. Apakah ini?
Mungkinkah ini cinta? Kalau memang Cinta, lalu kuapakan perasaan cinta ini? Kutorehkankah ia? Ya salam aku begitu bingung.
Belajar dari pengalaman cinta kemarin yang ujung – ujungnya sakit hati maka kumemilih untuk menjaganya dalam hatiku. Kubegitu bahagia ketika memandangnya, begitu terenyuh saat melihat senyuman manisnya. Ya Allah jauhi aku dari segala siksamu.
Akhirnya setiap kumengingat dirinya maka kulebih fokuskan mengingat Tuhanku yang Maha Cinta dan Maha Indah.
Suatu hari, kuberanikan diri bertanya sama teman dekatnya tentang kehidupan Nisa, “Eh, Ri Nisa lagi dekat ama cowok ya?”
Riri menjawab, “Kalau iya kenapa kalau ga kenapa? Masalah buat lho” | “Ih, ga juga kali, nanya aja nape? yah udahlah”
“Iye brar, Nisa dekat ama cowok. Mereka selalu jalan ke danau” *kemudian hening*
Aku pun mengelus lembut dadaku sembari berkata dalam hati, “Ya Allah, kalau memang dia yang Engkau takdirkan untukku maka dekatkanlah. Namun, kalau memang bukan, maka buatlah diriku ikhlas dan sabar menunggu rencanamu yang lebih indah”
Akhirnya kumemutuskan untuk mengubur perasaan ini dalam – dalam. Tak ingin ada rasa kecewa sedikitpun terbesit dalam diriku. Aku tahu dan aku yakin Allah pasti memilihkan jodoh yang terbaik untukku kelak.
Hari demi hari. Abrar melalui hari – harinya seperti biasa tak ada lagi rasa bahagia yang berlebihan, semuanya normal.
Tetiba datang berita gembira bahwa sosok yang dekat dengan Nisa ternyata cuma sahabatnya, ga ada hubungan lebih. Dan kabarnya Nisa juga sekarang lagi diam – diam memendam perasaan dengan seorang ikhwan yang baru ia kenal
Tak disangka dan tak diduga ternyata ikhwan yang diam2 dicintai Nisa adalah Abrar.  *Jreeeng*. Hal ini diketahui Abrar saat melihat dikolom berandanya status Nisa terpampang jelas untuknya. Subhanallah, ini sungguh takdir terindah dari Sang Maha Cinta. Abrar pun kaget dan kebingungan.
Baginya ini adalah ujian berat ketika cinta tak bertepuk sebelah tangan lagi. Mau diapakan ia? Abrar benar – benar bingung dan cemas. Diapun memberanikan diri untuk mengetikkan sebuah kalimat indah dan penuh pemaknaan di statusnya:
“Ukhti, jangan pernah menghianati #CintaMulia. Komitmenlah untuk menjaganya. Kalau kita berjodoh pasti akan dipertemukan oleh-Nya”


sumber : http://manjaddawajadaa.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah ke London? Haruskah?

Kalau menurut Band The Changcuters hijrah berarti ke London? Menurut saya, TIDAK! Kenapa? Karena hijrah itu perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang baik, perubahan dari yang merugikan menuju kebermanfaatan, serta meninggalkan kekufuran menuju kemuliaan. Karena hijrah itu mengganti ketakutan menjadi kekuatan, mengganti kekhawatiran menjadi keamanan, karena hijrah mengubah segalanya menuju konteks ‘kebenaran’. Makna dari lirik lagu Hijrah ke London memang tidaklah salah, karena hijrah adalah perpindahan, bukan? Namun dalam konteks ini, saya lebih menekankan pada hijrah dalam arti sebenarnya. Sebuah ‘kata’ tentu memiliki pengertian dan makna yang beragam, namun pasti ada suatu pengertian dan makna secara umum tentang ‘kata’ tersebut. Tak terkecuali dengan ‘Hijrah’. Apa sih Hijrah? Kalau mau iseng nyari di Google dengan keyword ‘Definisi Hijrah’, kita akan disuguhkan dengan rentetan sumber yang berbeda-beda, yang kalau kita klik akan memuat seluruh penjelasan mengenai ‘H...

Keterasiangan yang Mulia

Kadang sepi menjadi teman setiap orang, terutama dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan dari sekeliling yang bersungut-sungut memamerkan suka cita. Seolah mereka orang paling bahagia di dunia. Mati-matian mengejar sesuatu yang bahkan tidak bisa dibawa mati, hanya demi sebuah kebahagiaan fana. Padahal, betapa berbahagianya kalian yang merasa terasingkan. Karena : “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208) Terasingkan adalah suatu keberuntungan. Karena Allah menjanjikan pada setiap yang tetap berbuat baik di saat manusia lain rusak, maka Surga-lah jaminannya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pe...

Orang-orang Hebatku

Halo manusia-manusia ajaib! Kenapa ajaib? Karena kalian begitu istimewa buatku. Ajaib karena dengan mudahnya membuatku jatuh hati pada kalian. Ajaib karena dengan mudahnya kalian membuatku tertawa meski hatiku tengah tak beres. Ajaib karena bersama kalian segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Kalian bukan sekedar teman se-kampus ataupun se-jurusan, entah apa namanya aku tak tahu, mungkin 'sahabat' tapi aku rasa kata itu saja tak cukup untuk menggambarkannya. Tapi yang jelas kebahagiaan kalian adalah salah satu yang penting untukku. Perbedaan di antara kita tidaklah sedikit, mulai dari karakter, sifat, perilaku, kesukaan, ketidaksukaan, hobi, dan sebagainya. Tapi dengan hal itu tidak mumbuat kita terpecah-belah, justru dengannya kita memaham arti sebuah perbedaan, bukan untuk disatukan, tapi berjalan berdampingan. Kesibukan diri masing-masing membuat kita jarang sekali berkumpul dengan lengkap. Seringnya aku rindu masa-masa kita bersama dengan lengkap. Seperti s...