Langsung ke konten utama

TAK ADA "PERAN" YANG SEMPURNA


Hal yang perlu digarisbawahi, di-underline, di-italic adalah: everybody is uniq, nobody is perfect.

Satu hal yang mesti (paling) disyukuri dalam hidup ini adalah: terlahir sebagai seorang muslim.

Hidup itu pilihan. Namun ada hal-hal dalam hidup yang tak memerlukan 'persetujuan' kita. Seperti kita tak pernah bisa memilih dilahirkan dari orangtua yang mana. Tak bisa memilih pula dibesarkan di keluarga seperti apa. Kita hanya perlu menjalaninya sesuai peran masing-masing.

Entah sebagai orangtua, atau sebagai anak. Entah anak pertama, anak tengah, atau anak paling bontot. Kita hanya perlu memaksimalkan peran kita di situ.

Sehebat-hebatnya orangtua mendidik anaknya, pasti punya sisi kekurangan. Misal, orangtua yang diberikan harta berlebih pandai mengatur perekonomian keluarga, justru loyo pada pola asuh terhadap anak. Atau payah dalam hal mengatur keseimbangan gizi keluarga.

Peran anak juga tak melulu 'tersalahkan'. Seperti ada seorang anak yang sudah paham tentang menutup aurat, lalu menyuruh ibunya yang belum mengenakan hijab untuk menunaikan kewajibannya tersebut. Atau ketika orangtua memiliki pemahaman yang keliru tentang sesuatu, si anak kemudian meluruskan hal tersebut.

Peran ANAK PERTAMA juga tak selalu paling benar. Ada kalanya misal si bungsu menegur sang kakak karena malas melaksanakan shalat. Dan sebaliknya, si kakak juga mengajari si bungsu bagaimana harus bersikap dewasa dan bijak melalui teladan yang bisa dicontohkannya. Terutama dalam menghormati kedua orangtua.

Sebagai muslim, kita paham betul Islam sudah mengatur peran kita dalam hidup berkeluarga.

Tak ada orangtua yang sempurna, yang (perlu) ada adalah orangtua yang sama-sama mau belajar memahami dunia dan karakter anak-anaknya. Terutama di jaman yang sudah berbeda dengan jaman mereka dahulu, tentunya tanpa menghilangkan nilai-nilai ketaatan sebagai seorang muslim.

Tak ada ANAK yang sempurna, yang (perlu) ada adalah anak yang mengerti bahwa kekeliruan dan kesalahan orangtuanya merupakan hal yang wajar, tak lantas dijadikan alasan "Orangtua gue aja kayak gitu, yauda gue juga gapapa kaya gitu." Namun justru anak perlu mengambil peran untuk meruntuhkan kesalahan itu, kemudian bersama orangtua membangun pemahaman yang baik.

Tak ada KAKAK atau ADIK yang sempurna, yang (perlu) ada adalah Kakak yang dapat menjadi teladan adiknya tanpa perlu berpikir "Adik gue aja gak pernah baik sama gue." Namun justru kerelaan menjadi pion pertama agar kebaikan itu mengekori di belakang untuk adik-adiknya. Yang (perlu) juga ada adalah ADIK yang mengerti bahwa sosok KAKAK tak selalu benar, ibarat ikan yang pasti ada tulangnya, maka ambilah bagian daging paling enak, lalu buang tulang ikan yang tak berguna. Ambil hal-hal baik dari sang Kakak dan jadikan itu sebagai teladan.

Dan lagi-lagi, tak ada sosok lain yang perlu diteladani bagi kita ummat muslim, selain Rasulullah dan keluarganya.

Semoga tulisan ini dapat mengingatkan kita bahwa peran apapun yang kita mainkan dalam keluarga, adalah sebuah keniscayaan yang mesti kita jalani dengan ikhlas. Tak perlu ada 'pengakuan' apa saja yang sudah kita lakukan untuk keluarga, justru 'keikhlasan' menjalani setiap peran untuk mewujudkan senyum keluarga. Yang tak hanya terlihat dari luar, tapi mampu menumbuhkan rasa saling memiliki dan ketergantungan dalam setiap diri anggota keluarga.

Apapun perannya, teruslah belajar jadi versi terbaik dari peran tersebut.

Bogor, 3 September 2017.

Terimakasih kepada yang telah sudi membaca tulisan ini sampai tuntas. ☺

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah ke London? Haruskah?

Kalau menurut Band The Changcuters hijrah berarti ke London? Menurut saya, TIDAK! Kenapa? Karena hijrah itu perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang baik, perubahan dari yang merugikan menuju kebermanfaatan, serta meninggalkan kekufuran menuju kemuliaan. Karena hijrah itu mengganti ketakutan menjadi kekuatan, mengganti kekhawatiran menjadi keamanan, karena hijrah mengubah segalanya menuju konteks ‘kebenaran’. Makna dari lirik lagu Hijrah ke London memang tidaklah salah, karena hijrah adalah perpindahan, bukan? Namun dalam konteks ini, saya lebih menekankan pada hijrah dalam arti sebenarnya. Sebuah ‘kata’ tentu memiliki pengertian dan makna yang beragam, namun pasti ada suatu pengertian dan makna secara umum tentang ‘kata’ tersebut. Tak terkecuali dengan ‘Hijrah’. Apa sih Hijrah? Kalau mau iseng nyari di Google dengan keyword ‘Definisi Hijrah’, kita akan disuguhkan dengan rentetan sumber yang berbeda-beda, yang kalau kita klik akan memuat seluruh penjelasan mengenai ‘H...

Keterasiangan yang Mulia

Kadang sepi menjadi teman setiap orang, terutama dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan dari sekeliling yang bersungut-sungut memamerkan suka cita. Seolah mereka orang paling bahagia di dunia. Mati-matian mengejar sesuatu yang bahkan tidak bisa dibawa mati, hanya demi sebuah kebahagiaan fana. Padahal, betapa berbahagianya kalian yang merasa terasingkan. Karena : “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208) Terasingkan adalah suatu keberuntungan. Karena Allah menjanjikan pada setiap yang tetap berbuat baik di saat manusia lain rusak, maka Surga-lah jaminannya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pe...

Orang-orang Hebatku

Halo manusia-manusia ajaib! Kenapa ajaib? Karena kalian begitu istimewa buatku. Ajaib karena dengan mudahnya membuatku jatuh hati pada kalian. Ajaib karena dengan mudahnya kalian membuatku tertawa meski hatiku tengah tak beres. Ajaib karena bersama kalian segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Kalian bukan sekedar teman se-kampus ataupun se-jurusan, entah apa namanya aku tak tahu, mungkin 'sahabat' tapi aku rasa kata itu saja tak cukup untuk menggambarkannya. Tapi yang jelas kebahagiaan kalian adalah salah satu yang penting untukku. Perbedaan di antara kita tidaklah sedikit, mulai dari karakter, sifat, perilaku, kesukaan, ketidaksukaan, hobi, dan sebagainya. Tapi dengan hal itu tidak mumbuat kita terpecah-belah, justru dengannya kita memaham arti sebuah perbedaan, bukan untuk disatukan, tapi berjalan berdampingan. Kesibukan diri masing-masing membuat kita jarang sekali berkumpul dengan lengkap. Seringnya aku rindu masa-masa kita bersama dengan lengkap. Seperti s...