Langsung ke konten utama

Lab Kimia Gunung Gede

Bogor, 28 Februari 2015
Nuansa putih memenuhi ruangan yang berukuran cukup besar itu. Pintu dengan cat kayu berwarna serupa terletak di bagian kiri ruangan dibiarkan terbuka, memungkinkan para mahasiswa berjubah putih berlalu lalang meriuhkan seisi ruangan. Jendela berukuran cukup lebar membawa tipuan angin dari luar bertengger kokoh di kanan kiri ruangan dengan warna kayu yang senada. Sementara di bagian depan terdapat pintu-pintu kecil yang menghubungkan dengan ruangan di depannya. Bagian belakang yang hanya tembok biasa dipasang poster-poster tentang menjaga laboratorium serta peraturan-peraturan di dalam laboratorium.
Langit-langit dipasang berbagai kabel-kabel yang menjuntai sampai hampir menyentuh permukaan meja di bawahnya, mulai dari kabel lampu, kabel listrik, sampai kabel untuk keperluan praktikum kimia. Kontras dengan bangunannya, bagian lantai justru berwarna abu kehitaman dengan ubin yang dipenuhi oleh retakan di mana-mana. Begitu nampak usia bangunan yang sudah ada sejak jaman penjajahan dahulu ini.
Aroma khas zat kimia sudah tercium sejak menginjakan kaki ke dalam ruangan. Berbagai cairan berwarna-warni memenuhi tabung-tabung reaksi di atas meja di ruangan tersebut. Meja-meja praktikum berjajar rapi di tengah-tengah ruangan. Berbagai alat praktikum kimia berserakan di atas meja yang berukuran panjang itu, seperti gelas ukur, beker gelas, pipet ukur, pipet tetes, pembakar spirtus, plat tetes, rak tabung reaksi, mortar, dan alu. Terdapat pula benda-benda lain seperti ember, buku, alat tulis, tisu, sabun, korek api, kertas laporan, dan lain sebagainya yang menambah ramai ruang pada meja-meja tersebut.
Bagian belakang ruangan ditaruh meja untuk menyimpan barang-barang pribadi. Di sebelahnya terdapat lemari abu berukuran sedang tempat menyimpan alat-alat praktikum. Wastafel diletakkan di sudut kiri belakang ruangan dengan kran air yang terpasang di atasnya. Beberapa mikroskop juga berderet terpasang di meja bagian kanan sebagai alat pendukung praktikum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah ke London? Haruskah?

Kalau menurut Band The Changcuters hijrah berarti ke London? Menurut saya, TIDAK! Kenapa? Karena hijrah itu perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang baik, perubahan dari yang merugikan menuju kebermanfaatan, serta meninggalkan kekufuran menuju kemuliaan. Karena hijrah itu mengganti ketakutan menjadi kekuatan, mengganti kekhawatiran menjadi keamanan, karena hijrah mengubah segalanya menuju konteks ‘kebenaran’. Makna dari lirik lagu Hijrah ke London memang tidaklah salah, karena hijrah adalah perpindahan, bukan? Namun dalam konteks ini, saya lebih menekankan pada hijrah dalam arti sebenarnya. Sebuah ‘kata’ tentu memiliki pengertian dan makna yang beragam, namun pasti ada suatu pengertian dan makna secara umum tentang ‘kata’ tersebut. Tak terkecuali dengan ‘Hijrah’. Apa sih Hijrah? Kalau mau iseng nyari di Google dengan keyword ‘Definisi Hijrah’, kita akan disuguhkan dengan rentetan sumber yang berbeda-beda, yang kalau kita klik akan memuat seluruh penjelasan mengenai ‘H...

Keterasiangan yang Mulia

Kadang sepi menjadi teman setiap orang, terutama dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan dari sekeliling yang bersungut-sungut memamerkan suka cita. Seolah mereka orang paling bahagia di dunia. Mati-matian mengejar sesuatu yang bahkan tidak bisa dibawa mati, hanya demi sebuah kebahagiaan fana. Padahal, betapa berbahagianya kalian yang merasa terasingkan. Karena : “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208) Terasingkan adalah suatu keberuntungan. Karena Allah menjanjikan pada setiap yang tetap berbuat baik di saat manusia lain rusak, maka Surga-lah jaminannya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pe...

Orang-orang Hebatku

Halo manusia-manusia ajaib! Kenapa ajaib? Karena kalian begitu istimewa buatku. Ajaib karena dengan mudahnya membuatku jatuh hati pada kalian. Ajaib karena dengan mudahnya kalian membuatku tertawa meski hatiku tengah tak beres. Ajaib karena bersama kalian segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Kalian bukan sekedar teman se-kampus ataupun se-jurusan, entah apa namanya aku tak tahu, mungkin 'sahabat' tapi aku rasa kata itu saja tak cukup untuk menggambarkannya. Tapi yang jelas kebahagiaan kalian adalah salah satu yang penting untukku. Perbedaan di antara kita tidaklah sedikit, mulai dari karakter, sifat, perilaku, kesukaan, ketidaksukaan, hobi, dan sebagainya. Tapi dengan hal itu tidak mumbuat kita terpecah-belah, justru dengannya kita memaham arti sebuah perbedaan, bukan untuk disatukan, tapi berjalan berdampingan. Kesibukan diri masing-masing membuat kita jarang sekali berkumpul dengan lengkap. Seringnya aku rindu masa-masa kita bersama dengan lengkap. Seperti s...