Kala dulu, sorot mata-mata itu
Ambisi penuh nafsu
Membidik tubuhku bahkan di setiap senti
Seolah aku mahakarya gratis untuk dinikmati
Kala dulu, suara-suara itu
Gairah tersembunyi penuh
Menyambarku dengan rentetan puja-puji semu
Aku, seolah penghibur pelepas peluh
Setiap mata memasang ancang-ancang
Menelusupi keelokan tubuhku dengan ‘berlari kencang’
Aku ini apa?
Sungguh, aku ingin terjaga
Letupan rayuan dari mulut sang pujangga usang
Katanya, dengan sesiapapun demiku ia siap berlawan
perang
Aku ini apa?
Sungguh Ya Allah, aku ingin terjaga
Kini, Aku memulainya
Hanya selembar kain
Lewat selembar kain, ku ulurkan penuh ke dada
Selembar kain, ku bentangkan ke tubuhku
Kini, Aku memulainya
Tidak lagi, nafsu dari sorot mata-mata itu
Tidak lagi, bidikan seolah aku mahakarya gratis
Aku ini apa sekarang?
Ya Allah, aku seorang muslimah
Kini, Aku memulainya
Puja-puji semu berganti salam
Rayuan gombal terhenti di lidah-lidah mereka
Tak lebih, tak berani mereka sekarang
Ya Allah, aku merasa damai
Kini, Aku berniat
Semburat rasa menyeruak ke permukaan
Selembar kain dengan niat menjaga
Rasa berniat memenuhi perintah-Nya
Dan dengannya, Aku terjaga
Komentar
Posting Komentar