Langsung ke konten utama

Substansi Acara Kick Andy Edisi 13 September 2013

Saya ingin membagikan suatu tulisan yang merupakan tugas praktikum Teknik Wawancara. Tugas ini yaitu menganalisis program acara TalkShow, kebetulan kelompok saya mendapatkan program acara Kick Andy, lalu kelompok saya mimilih menganalisis acara Kick Andy edisi 13 September 2013 yang berjudul "Aku Ingin Terus Hidup". Akhirnya pembagian tugas pun dilakukan, dan saya mendapat bagian menganalisis substansi acara yang merupakan bagian paling sulit karena harus menjelaskan secara detail mengenai segmen-segmen acara. Tugas ini cukup menguras otak saya, dan setelah mengotak-atik jari saya di keyboard laptop selama sehari semalam, akhirnya tugas ini pun rampung. Dan saatnya saya bilang... Alhamdulillah :)

Inilah hasilnya, semoga bermanfaat. :)



Acara Kick Andy pada edisi 13 September 2013 ini mempunyai topik “Bagaimana para orang tua yang berjuang untuk menyelamatkan anak-anaknya dari penyakit mamatikan”. Segmen pertama diawali dengan Andy yang memperkenalkan seorang balita berumur 3,5 tahun bernama Habibatul Faseha yang menderita sebuah penyakit langka yaitu Epidermolysis Bullosa atau dalam bahasa Indonesia adalah pengerapuhan kulit. Habiba juga ditemani oleh kedua orang tuanya yaitu ibunya Leni Haini yang merupakan mantan atlet dayung internasional dan ayahnya Ikhsan yang merupakan petugas kebersihan. Sebelum melanjutkan perbincangan tersebut, Andy terlebih dahulu memperlihatkan video yang menceritakan kisah Habiba. Di dalam video tersebut menampilkan kehidupan keseharian dari Habiba dan kelurganya, selain itu dari video tersebut menjelaskan tentang penyakit yang diderita Habiba secara garis besar melalui penuturan yang disampaikan seorang dokter. Dari penuturan dokter tersebut dapat diketahui bahwa penyakit Epider Molysis Bullosa ini menjangkit 1:50.000 kelahiran di Indonesia dan merupakan penyakit genetik yang harus dialami penderitanya seumur hidup. Setelah video tersebut selesai ditampilkan, perbincangan dilanjutkan dengan pertanyaan dari Andy mengenai proses kelahiran Habiba. Ibu Leni lalu menjelaskan bahwa Habiba lahir prematur dengan usia kandungan baru delapan bulan. Saat lahir tubuh mungil Habiba masih terbungkus plasenta dan dari lutut sampai ke kaki kulitnya sudah mengelupas. Tidak hanya itu, pada saat melahirkan Habiba pun saat itu di Jambi tengah dilanda banjir sehingga tidak ada alat yang memadai di puskesmas terdekat. Akhirnya Ibu Leni dan Pak Ikhsan pergi ke Rumah Sakit Umum Raden Mataher, lalu dokter memberi tahu bahwa posisi bayi sungsang sehingga harus dilakukan tindakan operasi, tetapi tanpa diduga ternyata Habiba keluar dengan sendirinya. Dengan kondisi Habiba yang pada saat lahir sangat mengkhawatirkan, Ibu Leni sempat dituduh ingin menggugurkan kandungannya pada saat masih mengandung Habiba oleh pihak rumah sakit, tetapi Ibu Leni menyangkalnya.

Selanjutnya Andy menanyakan bagaimana pendapat dokter ketika melihat kondisi Habiba, lalu Ibu Leni menuturkan selama kurang lebih 1,5 tahun sejak Habiba dilahirkan, Habiba dirawat inap di Rumah Sakit Umum Raden Mataher. Saat itu dokter ahli kulit yang menangani Habiba mengatakan bahwa penyakit yang diderita oleh Habiba adalah penyakit biasa dan tidak mematikan. Tetapi hati seorang ibu tidak bisa dibohongi, Ibu Leni tidak sanggup melihat kondisi Habiba yang tidak kunjung membaik. Akhirnya Ibu Leni dan suaminya membawa Habiba ke dokter lain. Setelah memeriksa Habiba, dokter tersebut menyuruh Ibu Leni dan suaminya untuk membawa Habiba ke Palembang atau Jakarta karena di Jambi tidak ada diagnosanya. Setelah itu Ibu Leni dan suaminya mengurus ke Rumah Sakit Umum Raden Mataher untuk meminta surat rujukan ke Jakarta, tetapi dokter ahli kulit yang sebelumnya menangani Habiba tetap pada keputusan awalnya dan tidak memberi surat rujukan untuk Habiba. Namun Ibu Leni dan suaminya tidak menyerah, akhirnya mereka mendapat surat rujukan untuk Habiba ke RSCM Jakarta dari dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Mataher tersebut. Setelah Ibu Leni dan suaminya membawa Habiba ke RSCM Jakarta, di sana baru diketahui ternyata Habiba menderita penyakit Epider Molysis Bullosa. Pada saat divonis penyakit tersebut, usia Habiba baru 1 tahun 7 bulan. Lalu Andy menanyakan mengenai pendapat dokter untuk obat yang bisa menyembuhkan Habiba, Ibu Leni menjawab bahwa dokter mengatakan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut, bahkan hanya untuk sekedar mengurangi rasa sakit pun belum ada.

Andy melanjutkan pertanyaannya mengenai Habiba yang sudah sejak usia enam bulan tidak pernah minum asi lagi, Ibu Leni pun membenarkan hal tersebut. Ibu Leni menjelaskan karena ada radang di dalam mulut Habiba, sehingga jika dia menyedot asi ibunya maka lidahnya akan lecet dan berdarah. Maka dari itu, selama ini Habiba hanya minum susu formula dari dot yang lubang dotnya jauh lebih besar. Perbincangan selanjutnya adalah mengenai cara membersihkan kulit Habiba, yang diceritakan oleh Ibu Leni bahwa untuk membersihkan kulit Habiba ketika mandi adalah dengan cara harus diguyurkan air ke seluruh tubuhnya tanpa menggosok kulitnya. Setelah kering, barulah kulitnya yang sudah terluka karena mengelupas itu dibersihkan menggunakan air infus. Andy juga menanyakan tentang pantangan yang harus diantisipasi oleh Habiba, ternyata selain harus menjalani pengobatan, kulit Habiba juga tidak boleh terkena benturan, terlalu sering terkena cahaya matahari dan udara panas, serta tidak boleh menggunakan pakaian yang bahannya kasar. Jika kulit Habiba terkena panas maka kulitnya akan memerah dan terkadang Habiba tidak tahan untuk menggaruknya, dan jika sudah digaruk maka badan Habiba akan menjadi panas. Lalu segmen pertama diakhiri dengan pertanyaan yang diutarakan oleh Andy mengenai tangan dan kaki Habiba yang mulai lengket dan menyatu, yang akan dijawab pada segmen selanjutnya.Segmen kedua diawali dengan pertanyaan mengenai upaya apa saja yang pernah dilakukan untuk kesembuhan Habiba. Berbagai cara penyembuhan sudah dilakukan oleh Ibu Leni dan Pak Ikhsan untuk kesembuhan Habiba, diantaranya berobat ke beberapa dokter, dan atas saran keluarga yang memang masih berpikiran konvensional Habiba pernah berobat ke dukun. Tetapi tidak hanya itu, ada seorang tetangga mereka yang menyarankan agar menggunakan minyak pelumas mobil dan motor, lalu mereka pun mencoba saran tersebut, walaupun cara tersebut dinilai cukup berhasil tetapi efek sampingnya kulit Habiba menjadi keras.

Pembahasan selanjutnya adalah tentang konidisi jari-jari tangan dan kaki Habiba yang mulai lengket dan menyatu. Ibu Leni menjelaskan bahwa sejak awal dokter sudah menyarankan agar jari-jari Habiba dipakaikan sela agar mencegah penyatuan jari-jari Habiba. Tetapi karena keterbatasan biaya sehingga Ibu Leni dan suaminya tidak melakukannya. Namun kondisi jari-jari kaki Habiba sudah sangat menyatu sehingga sudah tidak bisa dipisahkan lagi, sementara untuk jari-jari tangannya sudah ada rencana akan dipakaikan sela di RSCM Jakarta. Karena kondisi jari-jari kaki Habiba yang sudah menyatu, sehingga menyulitkan Habiba untuk berjalan. Bahkan Habiba hanya bisa berjalan tiga langkah saja karena merasa kesakitan. Maka dari itu, untuk bergerak Habiba hanya bisa mengesot secara perlahan. Keterbatasan biaya sudah dirasakan sejak awal. Ibu Leni dan suaminya telah menjual rumah mereka, selain itu saat awal pengobatan mereka berdua tidak mempunya pekerjaan, bahkan mereka pernah selama tiga bulan hanya makan ubi agar bisa membeli obat dan susu untuk Habiba. Itu semua dilakukan hanya untuk pengobatan Habiba dan demi kesembuhan Habiba.Perbincangan selanjutnya adalah mengenai jawaban atas pertanyaan Andy tentang proses pengobatan Habiba yang sekarang tengah dilakukan. Lalu Ibu Leni menjelaskan bahwa proses pengobatan Habiba dilakukan di Jambi tetapi untuk menebus obatnya harus ke Jakarta. Seharusnya penebusan obat tersebut dilakukan 1-2 bulan sekali tetapi karena keterbatasan biaya, maka penebusan obat hanya dilakukan 3-6 bulan sekali.

Pembicaraan dilanjutkan dengan membahas mengenai profesi Ibu Leni yang merupakan mantan atlet dayung internasional yang pernah berlaga di kejuaraan dunia yang digelar di Hongkong serta mendapatkan 3 medali emas dan 1 medali perak. Ibu Leni  mengaku sempat berpikir akan menjual medalinya tersebut demi pengobatan dan penyembuhan Habiba tetapi Ibu Leni mengurungkan niatnya tersebut. Meskipun Ibu Leni adalah mantan atlet dayung internasional tetapi itu semua tidak dapat membantu apapun dan kondisinya tetap keterbatasan materi. Namun saat ini Ibu Leni sudah bekerja dengan menjadi asisten pelatih atlet dayung di Dispora, Jambi.

Selanjutnya Andy berusaha mencairkan suasana dengan mencoba bertanya kepada Habiba tentang keinginannya untuk bersekolah dan mengenai cita-citanya jika sudah besar nanti. Tetapi Habiba tidak mengacuhkan pertanyaan tersebut dan akhirnya membuat penonton di studio tertawa karena adegan tersebut.

Andy melanjutkan pertanyaannya mengenai rencana pendidikan yang akan dilakukan oleh Habiba. Ibu Leni menjawab jika untuk pendidikan Habiba sendiri, beliau pernah memasukkan Habiba ke sebuah play grup, tetapi ternyata terlalu berbahaya untuk kesehatan Habiba. Sehingga Ibu Leni berharap bahwa Habiba menjalani home schooling saja, tetapi Ibu Leni sadar bahwa kalaupun ada pasti biayanya mahal. Perbincangan diakhiri dengan pertanyaan Andy mengenai harapan Ibu Leni dan suaminya untuk Habiba, Ibu Leni pun menjawab bahwa mereka mempunyai harapan agar Habiba bisa bersekolah dan bisa mandiri seperti anak-anak seusianya yang lain. Segmen kedua ini diakhiri dengan pernyataan Andy yang memberitahu bahwa tamu selanjutnya adalah seorang suami dan istri yang mempunyai yang yang menderita Rubella.

Segmen ketiga dimulai dengan Andy yang memperkenalkan Aditya Surya Putra dan Grace Melia Kristanto berserta anak mereka yang bernama Aubrey Naym Kayacinta atau biasa disapa Ubii yang lahir pada tanggal 19 Mei 2012 lalu. Sebelum memutarkan video mengenai kisah Ubii, Andy menanyakan terlebih dahulu penyakit yang diderita oleh Ubii. Grace mengatakan bahwa Ubii mengidap penyakit Rubella ketika baru berumur 5 bulan 22 hari. Hal itu disebabkan karena pada saat dirinya mengandung Ubii, Grace terinfeksi virus Rubella atau yang biasa disebut campak Jerman. Selanjutnya diputarkan video mengenai kisah Ubii. Dari video tersebut ada seorang dokter yang menjelaskan mengenai penyakit yang diderita Ubii, bahwa penyakit tersebut menyebabkan kelainan kompleks pada tubuh Ubii, yakni kebocoran pada jantung, kurangnya fungsi pendengaran sehingga harus dibantu dengan alat bantu, serta adanya kerusakan pada syaraf otak sehingga perkembangan sel motoriknya menjadi lambat. Selain itu diberitahu juga bahwa sejak usia 6 bulan Ubii menjalani fisioterapi 3 kali dalam 1 minggu di Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Karena pada saat itu tangan dan kaki Ubii masih kaku dan sulit untuk digerakkan, serta punggung dan leher Ubii selalu mendongak sehingga gerakan Ubii menjadi tidak terkontrol. Selain menjalani fisioterapi, Ubii juga mengonsumsi obat penguat syaraf untuk memperbaiki fungsi syaraf otaknya yang rusak. Saat ini kondisi Ubii berangsur membaik. Ubii sudah bisa merespon, tertawa, dan bahkan mengeluarkan suara. Tetapi Grace dan Adit bersyukur karena dengan kondisi Ubii yang seperti itu, mereka menjadi lebih telaten untuk merawat anak mereka dan bisa menjadi pasangan yang saling menguatkan. Karena untuk memebesarkan anak yang luar biasa dibutuhkan orang tua yang luar biasa juga.

Perbincangan dilanjutkan dengan pertanyaan Andy pada saat Ubii lahir dia tidak menangis, Grace lalu membenarkan hal tersebut, saat itu Ubii harus dicubit dulu barulah dia menangis. Selanjutnya Andy menanyakan bagaimana awal Ubii terkena penyakit Rubella, Grace menuturkan pada saat lahir kondisi jantung Ubii sudah bocor dan pada awal pertumbuhan pun memang banyak keanehan yang terjadi seperti Ubii tidak aktif, tidak bisa merespon, bahkan ketika balon sengaja diletuskan ditelinganya Ubii tetap tidak merespon. Akhirnya setelah melakukan tes darah, barulah diketahui bahwa Ubii terkena penyakit Rubella. Namun terkahir kali dicek kebocoran jantung Ubii semakin mengecil dari awalnya 5 mm sekarang sudah menjadi 2 mm.

Pertanyaan selanjutnya yang diutarakan adalah mengenai pantangan untuk Ubii. Grace menjawab bahwa pantangannya yakni tidak boleh terlalu capek dan kurang boleh untuk pergi keluar kota menggunakan kendaraan umum karena terlalu banyak kuman yang bisa membahayakan kesehatan Ubii.
Sesekali Andy juga merespon tindakan atau sikap yang ditunjukkan Ubii untuk mencairkan suasana dan pada akhirnya berhasil membuat penonton tertawa dan terhibur dengan celetukan-celetukan dari Andy tersebut.

Perbincangan dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai hal yang sudah dilakukan oleh Grace dan Adit untuk pengobatan dan kesembuhan Ubii. Grace mengaku bahwa ia terpaksa harus keluar dari tempatnya bekerja, dan ketika Grace dan Adit kehabisan biaya mereka sampai menjual motor dan kamera untuk pengobatan Ubii. Mereka juga sering mencari-cari info untuk pengobatan Ubii karena sebelum mereka bertemu dengan dokter syaraf, mereka tidak tahu penanganan yang tepat untuk Ubii.

Pembahasan selanjutnya yakni mengenai tanda-tanda saat Grace terinfeksi virus Rubella tersebut pada saat mengandung Ubii, yaitu dia sering mengalami demam, daya tahan tubuh menurun, cepat lemas dan mengantuk, serta keluar bintik merah (campak) di sekujur tubuhnya. Lalu Grace menambahkan cara penularan virus tersebut adalah secara otomatis terinfeksi pada tubuh Ubii bahkan virusnya jauh lebih berat.Perbincangan mereka terhenti sejenak dan sekaligus menjadi akhir segmen ketiga karena Andy memberitahukan tentang anak selanjutnya yang bernama Christian Agustrisata Tambun yang didiagnosa terkena penyakit Dustin Muscular Dystrophy (DMD) sejak usianya 9 tahun, dan sekarang usianya sudah 16 tahun.Segmen keempat dimulai dengan pembahasan mengenai perbedaan Ubii dengan anak lainnya, Grace menjawab bahwa perbedaan Ubii dengan anak seusianya pada umumnya adalah berat badannya yang hanya 6,5 kg sedangkan seharusnya sudah 9-10 kg. Seharusnya juga Ubii sudah bisa berdiri bahkan berjalan, tetapi Ubii hanya baru bisa membalikkan badannya. Grace juga menjelaskan bahwa sebenarnya virusnya itu sudah mati dan tidak akan aktif lagi ketika hamil, tetapi masih bisa terinfeksi di jaringan torch yang lain. Karena sebenarnya yang disembuhkan pada tubuh Ubii bukanlah virus Rubella-nya tetapi dampak-dampak dari virus tersebut.Setelah itu perbincangan mereka terhenti sejenak lagi karena akan diputarkan video kisah dari Christian yang menderita DMD. Di dalam video tersebut diceritakan bahwa Christian Agustrisata Tambun yang didiagnosa terkena penyakit Dustin Muscular Dystrophy (DMD) yang disebabkan oleh mutasi genetik. Penyakit ini menurut dokter hanya menyerang laki-laki, dan pada awal terinfeksi tanda-tandanya anak tersebut sering terjatuh. Saat ini Tian tengah dirawat di ICU RSCM Kencana. Ibu Tian, Tina Merry Sibarani mengaku dalam video tersebut bahwa dia tidak pernah menangis di depan Tian karena Tian selalu mengatakan padanya agar jangan menangis karena Tuhan pasti punya rencana yang indah untuknya. Tina sangat salut kepada Tian karena walaupun keadaannya seperti itu tetapi Tian tidak pernah merasa rendah diri dan Tian tetap berjuang agar tetap hidup.Setelah pemutaran video Christian tersebut, perbincangan dengan Grace dan Adit kembali dilanjutkan. Adit mengaku bahwa dia dan Grace menyerahkan semuanya kepada Tuhan, karena jika mereka stress, mereka malah menjadi sering bertengkar. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai prestasi Ubii yang pernah mendapat piala karena memenangkan beberapa perlombaan foto bayi.. Grace menuturkan bahwa dia sengaja mengikutsertakan Ubii agar ketika Ubii sudah besar nanti dia bisa melihat piala tersebut, dan walaupun dia mempunyai keterbatasan tetapi dia juga bisa berprestasi.Perbincangan mereka diakhiri dengan pertanyaan dari Andy mengenai pesan yang ingin disampaikan oleh Grace dan Adit untuk pasangan suami-istri lainnya jika mempunyai anak seperti Ubii. Mereka berpesan agar menjaga dengan baik kandungannya, karena sebisa apapun kita menerima keadaan anak kita, tetap ada banyak hal yang harus dikorbankan untuk menjaga anak seperti Ubii.Selanjutnya Andy memperkenalkan tamu berikutnya yakni Johan Basuki dan Tami beserta anak mereka yaitu Michelle Angela. Pertanyaan pertama kepada Ibu Tami adalah apa yang terjadi kepada Michelle, lalu Ibu Tami menjawab bahwa Michelle divonis mengidap Leukemia atau kanker darah stadium 2 sejak bulan Juli 2012 lalu saat usia Michelle menginjak 5 tahun, dan saat ini Michelle sudah berusia 6 tahun. Sebelumnya pada tahun 2005, kakak Michelle yaitu Wira meninggal karena penyakit yang sama pada usia 8 tahun. Selanjutnya ditampilkan video mengenai kisah Michelle menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Kariadi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker melalu zat-zat kimia yang dimasukkan ke dalam tubuh Michelle. Sementara biaya untuk penyembuhan Michelle adalah biaya yang tidak sedikit, bahkan dibutuhkan dana sampai ratusan juta rupiah. Namun Michelle dan keluarganya mendapat bantuan dari Yayasan Bunda Kasih. Dengan dibantu oleh tim Hemotologi Ankologi Medik RS Dr. Kariadi, Michelle akhirnya menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang belakang. Tetapi yang paling mengagumkan dari Michelle adalah dia berani menjalani proses isolasi selama 42 hari tanpa didampingi siapapun sebelum operasi tersebut dilaksanakan. Selain itu didalam video juga diceritakan bahwa ternyata cobaan untuk kelurga Michelle tidak sampai disitu, karena beberapa bulan yang lalu Tami divonis mengidap kanker payudara. Pasca operasi saat ini kondisi Michelle sudah membaik dan canda serta tawa sudah kembali menghiasi wajahnya.Setelah video ditampilkan, Andy lalu menanyakan mengenai tindakan yang pertama kali dilakukan oleh keluarga ketika mengetahui bahwa Michelle terkena Leukemia. Tami menjelaskan bahwa dari Rumah Sakit Kartini mereka dirujuk ke Prof. Sumantri, lalu setelah bertemu Prof. Sumantri harapan mereka menjadi besar karena Prof. Sumantri mengantakan bahwa Michelle baik-baik saja, kemudian Michelle menjalani kemoterapi sebanyak 19 kali. Andy lalu bertanya kepada Michelle tentang bagaimana perasaannya saat menjalani kemoterapi, dengan kepolosan anak kecilnya Michelle menjawab bahwa dia tidak merasa sakit karena menurut dia dokter yang menanganinya ganteng. Jawaban Michelle tersebut langsung dihujani tawa dari semua orang yang ada di studio tersebut. Tidak hanya itu, Michelle juga menjawab pertanyaan dari Andy yang sekaligus mengakhiri segmen keempat, yaitu mengenai pada saat Michelle botak apakah dia memakai wig atau tidak, Michelle menjawab tidak karena dia merasa gatal jika memakai wig, dan jawaban itu pun disambut dengan tawa lagi oleh semua orang yang ada di studio itu.Segmen kelima yang merupakan segmen terakhir dimulai dengan pertanyaan Andy mengenai cita-cita Michelle, lalu Michelle menjawab bahwa dia ingin menjadi model. Michelle pun mengatakan bahwa dia pernah menjuarai kontes model, sehingga Michelle diminta untuk memeragakan baju yang sedang dipakainya yang merupakan rancangan Anne Avantie, sontak semua orang terhibur dengan perilaku Michelle tersebut.Di studio juga telah hadir dr. Santosa yang merupakan perwakilan tim dokter dari Rumah Sakit Kariadi dan Anne Avantie yang merupakan pendiri Wisma Bunda Kasih. Dr. Santosa mengatakan bahwa kendala pada saat melakukan operasi pencangkokan untuk Michelle adalah medan operasi yang kecil. Dr. Santosa juga mengatakan bahwa saat ini Michelle tengah diberikan antibiotik perlindungan untuk mencegah infeksi pada bekas operasinya. Selain itu Anne Avantie juga menceritakan bahwa Michelle adalah malaikat kecil baginya karena Michelle mempunyai magnet yang luar biasa sehingga dia bersedia membantu biaya pengobatan Michelle yang mencapai angka ratusan juta rupiah.

Pembicaraan selanjutnya adalah mengenai Tami yang didiagnosa terkena kanker payudara. Andy menanyakan bagaimana cara Tami mengahadapi situasi yang dialami oleh dirinya dan keluarganya. Tami menjelaskan bahwa pada awalnya dia merasa putus asa dan menganggap bahwa Tuhan jahat sekali terhadap keluarganya. Tetapi pada akhirnya setelah banyak orang yang menguatkan termasuk Michelle dan suaminya, dia bisa bangkit dan terus berjuang untuk tetap hidup.

Perbincangan diakhiri dengan ditampilkannya boyband kesukaan Michelle yakni Coboy Junior. Sangat lucu ketika melihat pola tingkah Michelle saat bertemu dengan Coboy Junior. Setelah itu Coboy Junior memberikan kado kepada anak-anak yang menderita penyakit yaitu Habiba, Ubii, Christian dan Michelle. Kemudian, acara diakhiri dengan penampilan dari Coboy Junior yang menyanyikan lagu berjudul Terhebat.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah ke London? Haruskah?

Kalau menurut Band The Changcuters hijrah berarti ke London? Menurut saya, TIDAK! Kenapa? Karena hijrah itu perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang baik, perubahan dari yang merugikan menuju kebermanfaatan, serta meninggalkan kekufuran menuju kemuliaan. Karena hijrah itu mengganti ketakutan menjadi kekuatan, mengganti kekhawatiran menjadi keamanan, karena hijrah mengubah segalanya menuju konteks ‘kebenaran’. Makna dari lirik lagu Hijrah ke London memang tidaklah salah, karena hijrah adalah perpindahan, bukan? Namun dalam konteks ini, saya lebih menekankan pada hijrah dalam arti sebenarnya. Sebuah ‘kata’ tentu memiliki pengertian dan makna yang beragam, namun pasti ada suatu pengertian dan makna secara umum tentang ‘kata’ tersebut. Tak terkecuali dengan ‘Hijrah’. Apa sih Hijrah? Kalau mau iseng nyari di Google dengan keyword ‘Definisi Hijrah’, kita akan disuguhkan dengan rentetan sumber yang berbeda-beda, yang kalau kita klik akan memuat seluruh penjelasan mengenai ‘H...

Keterasiangan yang Mulia

Kadang sepi menjadi teman setiap orang, terutama dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan dari sekeliling yang bersungut-sungut memamerkan suka cita. Seolah mereka orang paling bahagia di dunia. Mati-matian mengejar sesuatu yang bahkan tidak bisa dibawa mati, hanya demi sebuah kebahagiaan fana. Padahal, betapa berbahagianya kalian yang merasa terasingkan. Karena : “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208) Terasingkan adalah suatu keberuntungan. Karena Allah menjanjikan pada setiap yang tetap berbuat baik di saat manusia lain rusak, maka Surga-lah jaminannya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pe...

Orang-orang Hebatku

Halo manusia-manusia ajaib! Kenapa ajaib? Karena kalian begitu istimewa buatku. Ajaib karena dengan mudahnya membuatku jatuh hati pada kalian. Ajaib karena dengan mudahnya kalian membuatku tertawa meski hatiku tengah tak beres. Ajaib karena bersama kalian segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Kalian bukan sekedar teman se-kampus ataupun se-jurusan, entah apa namanya aku tak tahu, mungkin 'sahabat' tapi aku rasa kata itu saja tak cukup untuk menggambarkannya. Tapi yang jelas kebahagiaan kalian adalah salah satu yang penting untukku. Perbedaan di antara kita tidaklah sedikit, mulai dari karakter, sifat, perilaku, kesukaan, ketidaksukaan, hobi, dan sebagainya. Tapi dengan hal itu tidak mumbuat kita terpecah-belah, justru dengannya kita memaham arti sebuah perbedaan, bukan untuk disatukan, tapi berjalan berdampingan. Kesibukan diri masing-masing membuat kita jarang sekali berkumpul dengan lengkap. Seringnya aku rindu masa-masa kita bersama dengan lengkap. Seperti s...