Langsung ke konten utama

Hati Punya Pilihannya Sendiri

Ketika kita mulai tumbuh dewasa...
Ketika kita mulai merasakan hal yang tak biasa. Suatu perasaan baru yang muncul di hati kita yang malang ini, hati yang mau tak mau harus menerimanya, meskipun kita menolaknya ratusan bahkan ribuan kali.
Hati kita ini sungguh malang nasibnya, karena harus merasakan sesuatu yang mau tak mau harus menerimanya tetapi kita juga harus menekannya dalam-dalam agar tidak terucap sampai ijab kabul terucap.

Mungkin dahulu ketika kita belum dewasa, belum mengerti dan mamahami arti perasaan ini sesungguhnya. Saat dahulu kita pikir bahwa perasaan ini lah yang kita rasakan, tetapi ternyata kita keliru, kita tertipu oleh sesuatu hal yang kita anggap perasaan ini, perasaan yang tak boleh terucap sebelum ijab kabul terucap.

Perasaan khusus ini hanya dirasakan pada satu orang, orang yang kita pikir akan memliki hati kita untuk selamanya. Tapi tidak sedikit orang di luar sana yang keliru dengan orang pilihannya. Mereka pikir orang itu akan selamanya untuk mereka tetapi Allah swt. berkehendak lain. Bagaimana pun kita merencanakan impian kita bersama seseorang, pada akhirnya tetap Allah swt. yang menentukkan dengan siapa kita akan hidup bersama.

Jika saja kita bisa memilih dengan siapa kita berjodoh.
Jika saja kita bisa memilih untuk siapa perasaan ini sepenuhnya.
Jika saja kita bisa memilih untuk siapa perasaan ini selamanya.
Jika saja kita bisa memilih perasaan apa yang hendak kita rasakan pada seseorang.

Ratusan kali bahkan ribuan kali kita menolak dan berusaha melupakan perasaan yang tumbuh di hati kita yang malang ini, tetapi pada dasarnya hati memang mempunyai pilihannya sendiri. Hati mempunyai pilihan yang tak bisa dicegah bahkan oleh yang mempunyai hati itu sendiri. Sekuat tenaga bahkan mungkin melebihi kemampuan yang kita miliki, meskipun kita sudah berjalan jauh sampai ke ujung dunia untuk berusaha mencegahnya, walaupun kita sudah tenggelam di dasar laut yang paling dalam, sampai kapanpun hati tetap mempunyai pilihannya sendiri...

Meski sejauh apapun kita sudah melangkah meninggalkan perasaan ini, kita tetap akan kembali pada titik yang sama, melihat pada arah yang sama, dan berakhir pada muara yang serupa.

dan sekali lagi, mau tidak mau kita harus menerimanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah ke London? Haruskah?

Kalau menurut Band The Changcuters hijrah berarti ke London? Menurut saya, TIDAK! Kenapa? Karena hijrah itu perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang baik, perubahan dari yang merugikan menuju kebermanfaatan, serta meninggalkan kekufuran menuju kemuliaan. Karena hijrah itu mengganti ketakutan menjadi kekuatan, mengganti kekhawatiran menjadi keamanan, karena hijrah mengubah segalanya menuju konteks ‘kebenaran’. Makna dari lirik lagu Hijrah ke London memang tidaklah salah, karena hijrah adalah perpindahan, bukan? Namun dalam konteks ini, saya lebih menekankan pada hijrah dalam arti sebenarnya. Sebuah ‘kata’ tentu memiliki pengertian dan makna yang beragam, namun pasti ada suatu pengertian dan makna secara umum tentang ‘kata’ tersebut. Tak terkecuali dengan ‘Hijrah’. Apa sih Hijrah? Kalau mau iseng nyari di Google dengan keyword ‘Definisi Hijrah’, kita akan disuguhkan dengan rentetan sumber yang berbeda-beda, yang kalau kita klik akan memuat seluruh penjelasan mengenai ‘H...

Keterasiangan yang Mulia

Kadang sepi menjadi teman setiap orang, terutama dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan dari sekeliling yang bersungut-sungut memamerkan suka cita. Seolah mereka orang paling bahagia di dunia. Mati-matian mengejar sesuatu yang bahkan tidak bisa dibawa mati, hanya demi sebuah kebahagiaan fana. Padahal, betapa berbahagianya kalian yang merasa terasingkan. Karena : “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208) Terasingkan adalah suatu keberuntungan. Karena Allah menjanjikan pada setiap yang tetap berbuat baik di saat manusia lain rusak, maka Surga-lah jaminannya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pe...

Orang-orang Hebatku

Halo manusia-manusia ajaib! Kenapa ajaib? Karena kalian begitu istimewa buatku. Ajaib karena dengan mudahnya membuatku jatuh hati pada kalian. Ajaib karena dengan mudahnya kalian membuatku tertawa meski hatiku tengah tak beres. Ajaib karena bersama kalian segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Kalian bukan sekedar teman se-kampus ataupun se-jurusan, entah apa namanya aku tak tahu, mungkin 'sahabat' tapi aku rasa kata itu saja tak cukup untuk menggambarkannya. Tapi yang jelas kebahagiaan kalian adalah salah satu yang penting untukku. Perbedaan di antara kita tidaklah sedikit, mulai dari karakter, sifat, perilaku, kesukaan, ketidaksukaan, hobi, dan sebagainya. Tapi dengan hal itu tidak mumbuat kita terpecah-belah, justru dengannya kita memaham arti sebuah perbedaan, bukan untuk disatukan, tapi berjalan berdampingan. Kesibukan diri masing-masing membuat kita jarang sekali berkumpul dengan lengkap. Seringnya aku rindu masa-masa kita bersama dengan lengkap. Seperti s...